MAN ICLT (Humas) — Sebanyak 31 siswa MAN Insan Cendekia Lampung Timur mengikuti ujian Tahfidz Qur’an yang dilaksanakan mulai hari ini, Rabu (16/03/2022).
Ujian Tahfidz ini akan dilaksanakan selama 4 hari sejak tanggal 16 sampai 19 Maret 2021, dengan jumlah peserta ujian 7-8 siswa per hari, dimana terdapat empat orang guru yang ditugaskan sebagai tim penguji. Keempat guru tersebut adalah Muhammad Zulkipli, M.Pd.I, Muhammad Zuhri, M.Pd, Siti Mahmudah, M.Pd, dan Sri Wahyuni, S.Ag.
Kegiatan ujian Tahfidz Qur’an ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ujian akhir asrama sebagai salah satu syarat kelulusan siswa MAN IC Lampung Timur. Selain ujian Tahfidz Qur’an, dilaksanakan juga ujian lisan dan ujian tertulis.
Dalam ujian Tahfidz Qur’an ini, masing-masing siswa diwajibkan hafal minimal 3 juz, dan hal ini merupakan ketentuan yang diberlakukan bagi seluruh siswa MAN Insan Cendekia se-Indonesia untuk dapat lulus dari madrasah.
Ditemui usai pelaksanaan ujian pada hari pertama ini, ustadz Zuhri menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian Tahfidz di MAN IC Lampung Timur hari ini berjalan dengan lancar dan tertib. Meskipun tidak 100% siswa mencapai target yang diharapkan, namun perkembangan hafalan para siswa juga tidak mengecewakan. ”Dari awal dimulai setoran tahfidz beberapa siswa bahkan sudah hafal 1 juz hanya dalam waktu kurang dari satu semester,” ujarnya.
Ustadzah Sri Wahyuni yang hari ini juga bertindak sebagai penguji turut mengapresiasi siswa MAN IC Lampung Timur yang terus bersemangat menghafal Quran dan merupakan hal yang luar biasa bagi siswa, sebab di samping mereka juga harus belajar ekstra di bangku madrasah dalam pembelajaran sains, namun hal itu bukan menjadi penghalang untuk mereka juga menghafal Al Quran. ”Insya Allah semester depan hafalan siswa akan makin ditingkatkan,” pungkas Sri Wahyuni.
Kepala MAN IC Lampung Timur, Antoni Iswantoro, M.Ed mengatakan bahwa kegiatan Ujian Tahfidz dilaksanakan untuk mengetahui dan mengukur sejauh mana hafalan siswa dalam Tahfidz Qur’an. ”Saya sangat bangga dan memberikan apresiasi tinggi terhadap program Tahfidz ini, walaupun sudah mengikuti Ujian diharapkan siswa tetap mengulang-ulang hafalannya agar tidak lupa, dan terus ditingkatkan hafalan berikutnya,” ujar Antoni.
Sementara itu, sambil menunggu giliran Ujian Tahfidz ini, siswa yang belum mendapat giliran tetap fokus belajar di kelas. (Syaifudin/Tim Humas)
