𝙈𝘼𝙉 𝙄𝘾𝙇𝙏 (𝙃𝙪𝙢𝙖𝙨)—Bangsa Indonesia yang beragam suku bangsa, bahasa, budaya dan agama menjadi modal yang sangat besar untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Kemajemukan tersebut dapat ternodai dengan beragam peristiwa yang berbau SARA, kekerasan dan berkembangnya radikalisme. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut yang dapat berakibat munculnya disintegrasi bangsa.
Demikian paparan Antoni Iswantoro, M.Ed Kepala MAN Insan Cendekia Lampung Timur di depan guru dan karyawan di aula madrasah setempat Senin, (24/9/22).
“Perlu diupayakan ada gerakan masif untuk menanamkan sikap moderat dan toleran di semua kalangan termasuk para guru madrasah dan karyawan di lingkungan MAN IC Lampung Timur,” lanjutnya.
Menurutnya Moderasi beragama mempunyai beberapa indikator diantaranya adanya komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, penerimaan terhadap kebudayaan lokal.
“Dengan kegiatan ini ada tiga nilai lebih yaitu munculnya humanisasi, kepedulian dan komunikasi yang interaktif, oleh karena itu perlu menjadi model bagi upaya membangun integritas dan keteladan sesuai dengan nilai budaya kerja Kementerian Agama,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung secara komunikatif tersebut dipandu oleh Kaur TU MAN IC Lamtim H. Ali Wijanarko, M.S.I. dan dihadiri oleh seluruh guru dan karyawan. Kegiatan ini diadakan sebagai tindak lanjut dari program penguatan moderasi beragama di lingkungan madrasah.
Kontributor : Syaifudin
Publisher : Rahmat W.
