MAN ICLT (Humas) — Sebagaimana telah diketahui bahwa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah mengumumkan perubahan tiga jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mulai 2023. Ketiga jalur tersebut adalah seleksi nasional berdasarkan prestasi, seleksi nasional berdasarkan tes, dan seleksi secara mandiri oleh PTN. Perubahan aturan seleksi masuk PTN 2023 ini tertuang dalam Permendikbud Ristek Nomor 48 Tahun 2022 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana pada PTN. Perubahan ini bertujuan agar siswa, orang tua, dan guru bisa terlibat langsung dalam proses seleksi.
Menyikapi adanya perubahan tersebut, MAN IC Lamtim menggelar rapat khusus membahas tentang persiapan menghadapi seleksi masuk PTN tahun 2023. Di tahun 2023 mendatang, MAN IC Lamtim akan meluluskan siswa angkatan ke-2. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa khususnya maupun para tenaga pendidik di MAN IC Lamtim. Demi mengantarkan para peserta didik ke Perguruan Tinggi Negeri terbaik, berbagai persiapan dilakukan MAN IC Lamtim sejak jauh hari sebelumnya.
Kepala MAN IC Lampung Timur, Antoni Iswantoro, M.Ed membuka rapat dengan menyampaikan beberapa pengarahan dan motivasi bagi para guru. “Perubahan itu suatu hal yang biasa, yang terpenting adalah bagaimana kita menghadapi perubahan tersebut dengan tetap mengusahakan yang terbaik bagi para peserta didik dalam menghadapi tes seleksi masuk PTN di tahun 2023 ini.”ungkap Antoni.
Rapat yang dihadiri oleh seluruh dewan guru ini menghadirkan Evriyen Tri Utomo, S.Pd sebagai narasumber.
Evriyen merupakan guru Bimbingan Konseling di MAN IC Lamtim. Sejak diterbitkannya skema aturan baru tentang seleksi masuk PTN ini, Evriyen telah mempelajari hal-hal mengenai sistem transformasi Seleksi Masuk PTN ini. Dirinya mengungkapkan bahwa pada tiga jalur masuk yang akan diterapkan terdapat beberapa perbedaan dengan sistem sebelumnya. “Pada Seleksi nasional berdasarkan prestasi atau yang saat ini disebut sebagai Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN), meliputi prestasi akademik dan prestasi nonakademik.”Ungkap Evriyen.
“Seleksi ini dilakukan berdasarkan dua komponen perhitungan atau penilaian, yakni rata-rata nilai rapor seluruh mata pelajaran paling sedikit 50% dari bobot penilaian, nilai rapor paling banyak dua mata pelajaran pendukung program studi yang dituju, portofolio, atau prestasi, paling banyak 50 persen dari bobot penilaian.”tambahnya.
Usai pemaparan oleh guru BK, selanjutnya ketua tim persiapan UTBK MAN IC Lamtim, Arief Ardyansyah, S.Pd menyampaikan beberapa langkah yang akan ditempuh menghadapi perubahan sistem seleksi tersebut.
Arief mengungkapkan bahwa untuk menghadapi tes masuk PTN tahun 2023 ini, siswa butuh mengembangkan kemampuan penalaran dalam mengerjakan soal-soal skolastik. Berkaitan dengan hal tersebut nantinya akan diberlakukan bimbingan khusus terkait materi skolastik persiapan seleksi masuk PTN bagi para peserta didik kelas XII.
Rapat yang berlangsung di aula MAN IC Lamtim ini berjalan lancar selama kurang lebih dua jam dan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Denu Rahmad, S.Ag.
Kontributor : Syaif
Publisher : RW