Prihatin Kemarau Panjang, GTK dan Siswa MAN IC Lamtim Gelar Shalat Istisqa’

Prihatin Kemarau Panjang, GTK dan Siswa MAN IC Lamtim Gelar Shalat Istisqa’

MAN ICLT (Humas) — Seperti yang kita rasakan saat ini, kemarau panjang dengan cuaca panas masih dirasakan di daerah Lampung dan sekitarnya akibat musim kemarau yang sedang melanda Indonesia.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober untuk beberapa wilayah di Indonesia, bahkan ada kemungkinan sampai akhir tahun di wilayah lainnya.

Oleh karenanya, ikhtiar menggelar Shalat Istisqa’ (salat sunah yang dikerjakan untuk memohon diturunkannya hujan) pun dilakukan. Hal itulah yang dapat disaksikan di MAN IC Lampung Timur, seluruh civitas Akademika MAN IC Lamtim melaksanakan Shalat Istisqa’ pada Jum’at (22/9/2023).

Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 11.00 WIB ini dilakukan di halaman asrama siswi MAN IC Lamtim, diawali dengan sambutan Kepala Madrasah, Antoni Iswantoro, M. Ed.

Dalam sambutannya beliau menjelaskan kondisi geografis Indonesia yang bagus karena memiliki dua musim. Namun di sisi lain musibah dapat terjadi jika tanpa diiringi kepedulian lingkungan.

“Pada saat musim kering kurang air, pada saat musim hujan kebanjiran. Tapi dengan Sholat Istisqa insya Allah doa kita meminta hujan diijabah oleh Alloh SWT.” ungkapnya.

Adapun yang bertindak sebagai imam sekaligus khotib adalah ustadz Ayub, LC., pembina Asrama MAN IC Lamtim. Dalam khutbahnya beliau mengajak jamaah untuk memperbanyak istighfar dan memohon kepada Allah Swt. untuk diturunkannya hujan yang membawa kemanfaatan.

“Mari kita memperbanyak Istighfar, bermunajat, meminta dan memohon kepada Allah Swt. untuk memberikan keberkahan hujan di wilayah kita dan seluruh wilayah negeri kita yang mengalami kekeringan,” ujarnya

Diakhir khutbah Ustadz Ayub berharap semoga Allah Swt. menurunkan hujan yang memberi kemanfaatan.

“Manusia memiliki kewajiban untuk berdo’a dan berikhtiar, semoga Allah mengabulkan do’a dan permohonan kita, dengan menurunkan “shoyyiban naafian” hujan yang membawa kebermanfaatan “. pungkasnya mengakhiri khutbah.

Kontributor : RW/Ery/Tim Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *